untitled
M A N I F E S T O
manifest yourself!

 
 
 


p r o l o g o s

segala hal terjadi, mungkin harus nyata, pahit getir dan manis. ini adalah hidup, kawan. kenyataan apapun yang kauhadapi adalah keniscayaan sejarah demi menunjukkan dirinya sendiri sebagai bagian dari universalitas beserta kita yang pula tiba tiba nongol di dalamnya. mungkin saja ini sesuatu yang tidak kita inginkan. tapi inilah hidup, kawan...kenyataan dari dunia yang niscaya! trimakasih  kawan kawan telah masuk dalam SITUS ini. sesuatu yang sederhana, namun arti dapat pula terbuka dari setiap jejak sejauh kita menyadarinya. berbincang adalah bentuk begitu saja bagi setiap kemungkinan capaian capaian yang bahkan dapat terlupakan. kesederhanaan adalah klausul bagi memahami berbagai kesederhanaan yang di saat tertentu tampak rumit.

SELAMAT DATANG, Kawan!

MANIFESTO LAKILAKI

Berlari kencang aku seorang remaja
Di saat malam dan langit berpendar pendar
Citra yang kusemangati dengan kembang api
Di kala sebayaku tertidur dilelap mimpi

Maka aku menolak setiap mimpi
Jika ia adalah merjan merjan belantara yang tak pasti
Selimut rahasia tak mudah ditelanjangi
Dan akan kuasah taring atas nama pagi

- tidakkah kau ingin tidur, sayang?

Aku tak tunduk pada kesiasiaan
Tidur adalah jedah peristirahatan
Dan bukan penyerahan diri pada kesiasiaan

 - tapi hari sudah teramat larut malam!

Malam dan siang apa beda
Ini tetap kamar sempit yang sama
Matahari tak tidur juga bumi
Aku adalah poros bagi diri;
Pemantik atas setiap gejolak dan sunyi

- sungguh keras kepala,
seperti ayahmu...

Berlari kencang aku tak lagi seorang remaja
Tubuh baja jiwa baja
Ruhku diam dalam wujud yang tak diam
Ruh yang bersemayam dengan kehendak tak pejam.

Ia menjadi cahaya
Bagi semesta badan yang setiap saat akan padam
Maka aku menolak padam
Tidur lelap dalam damai kebodohan

- kau pula lelakiku, sayang!

dan tak lagi ingusan


Adding Fun

Petisi Burung Burung

Petisi ini lahir dari pertemuan burung burung
Dan hutan tergetar oleh nyanyiannya
Ketika restu langit telah pasti tiba
Burung burung kembali ke sarangnya

Matahari telah di curi dari rumah kami
Bulan pula tak pernah purnama lagi
Segera siapkan bendera kita
Besok tumpah kita serbu cakrawala

Siapa akan berjaga malam ini
Burung hantu mengerdipkan matanya yang lebar
Di mana alamat kelelawar sang penghuni sunyi
Sudah lama kepaknya tak terdengar

Petisi ini sudah ditandatangani
Burung burung telah siap menyongsong hari
Malam ini dalam hati kita berjanji
Kelak terbang merebut mimpi

 

 

P e m u d a

hayo, bung!
jabat erat tangan kita
pemuda tak datang untuk kalah
tak lahir demi menyerah
jika seribu mimpi telah kita terbitkan menjadi matahari
maka akan ada sejuta pecundang yang 'kan datang untuk mencuri

jika perompak lari tunggang langgang saat menjarah
itu tandanya babakan lain penjarahan baru bermula

tapi janji hati yang kita selipkan di sela sela malam,
di buku diary dan nyanyian nyanyian
sepi akan menjaganya

kita hanya butuh kata percaya
bahwa darah merah saga
yang kita sediakan untuk cinta
adalah harapan hidup kaum papa
dalam nyanyian keringat nasib yang nestapa:
tiada ini sia sia!

hayo, bung!
jabat erat tangan kita
sebab pemuda tak lapang demi tak rela
lahir tuk jadikan api jaman tetap menyala
dan lahirkan lagi seribu pemuda
sebelum kita pun beranjak menjadi tua
hayo, bung!



Report Content · · Web Hosting · Blog · Guestbooks · Message Forums · Mailing Lists
Easiest Website Builder ever! · Build your own toolbar · Free Talking Character · Email Marketing
powered by a free webtools company bravenet.com